Supplier Furniture Villa, Hotel & Cafe
Beranda » Blog » Kayu Jati Dimakan Rayap, Mitos atau Fakta?

Kayu Jati Dimakan Rayap, Mitos atau Fakta?

Kayu Jati Dimakan Rayap, Mitos atau Fakta?

Membeli furniture itu mirip dengan mencari pasangan hidup; kita mencari yang tidak hanya cantik dipandang mata, tapi juga kuat, setia, dan bisa menemani kita sampai tua. Di Indonesia, kalau bicara soal “pasangan” setia di dunia perkayuan, nama Kayu Jati (Tectona Grandis) pasti selalu disebut di urutan pertama.

Reputasinya mentereng: simbol kemewahan, kekuatan, dan keawetan. Banyak orang tua kita dulu sering berkata, “Kalau beli lemari, cari yang jati, biar awet tujuh turunan!”

Namun, realita di lapangan terkadang bikin sakit kepala. Tak jarang kita mendengar keluhan—atau mungkin Anda pernah mengalaminya sendiri—sudah keluar uang jutaan rupiah untuk membeli satu set kursi tamu berlabel “Jati Asli”, tapi baru dua tahun berselang, kakinya mulai keropos. Muncul bubuk-bubuk kayu halus di lantai setiap pagi. Ternyata, sang primadona kayu itu habis digerogoti rayap.

Lho, kok bisa? Katanya jati itu kayu “sakti”? Apakah mitos kehebatan kayu jati itu bohong belaka? Atau rayap zaman sekarang yang giginya makin tajam?

Tenang, jangan buru-buru menyalahkan penjual atau memvonis semua kayu jati itu buruk. Jawabannya tidak sesimpel “Ya” atau “Tidak”. Ada fakta ilmiah dan rahasia dagang yang seringkali tidak diungkapkan secara gamblang kepada pembeli awam. Mari kita bedah tuntas pertanyaan besar ini: Apakah kayu jati tahan rayap sebenarnya?

Memahami “Musuh” dan “Senjata” Alami Pohon Jati

Sebelum kita menghakimi kualitas kayunya, kita perlu paham dulu kenapa rayap memakan kayu. Rayap tidak memakan kayu karena hobi, mereka memakannya karena butuh selulosa (serat kayu) dan nutrisi.

Nah, pohon jati itu unik. Tuhan menciptakan pohon ini dengan sistem pertahanan diri yang luar biasa canggih untuk bertahan hidup di hutan tropis yang ganas. Jati memiliki dua senjata utama:

1. Senjata Kimia: Teak Oil (Minyak Jati)

Ini adalah faktor kunci yang sering luput dari perhatian. Di dalam serat kayu jati, terdapat kandungan minyak alami (resin) yang sangat khas. Bagi hidung manusia, aroma khas kayu jati itu menenangkan dan memberi kesan mahal. Tapi bagi rayap? Itu adalah mimpi buruk.

Minyak ini memiliki rasa yang pahit dan aroma yang bersifat toksik (beracun) bagi serangga pengerat, termasuk rayap dan jamur. Ibaratnya, jika rayap menggigit kayu jati yang kaya minyak, rasanya seperti kita memakan makanan basi yang sudah dicampur obat puyer pahit. Insting bertahan hidup rayap akan menyuruh mereka berhenti dan mencari makanan lain yang lebih “enak”, seperti kayu sengon atau mahoni muda.

Kayu Jati Dimakan Rayap, Mitos atau Fakta?
Jalur Minya Kayu Jati

2. Senjata Fisik: Kepadatan dan Silika

Selain minyak, jati (terutama yang tua) memiliki densitas atau kepadatan pori-pori yang sangat rapat. Ditambah lagi, jati mengandung zat kapur dan silika. Silika adalah bahan dasar pembentuk kaca. Bayangkan rayap mencoba menggigit material yang mengandung butiran kaca mikroskopis; rahang mereka bisa tumpul atau bahkan rusak.

Jadi, secara teori ilmiah: Apakah kayu jati tahan rayap? Jawabannya adalah YA, SANGAT TAHAN. Namun, teori ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu pada bagian mana dari pohon tersebut yang digunakan.

Biang Kerok Masalah: Perbedaan “Galih” dan “Gubal”

Inilah bagian paling penting dari artikel ini. Banyak orang tertipu karena mengira “Kayu Jati” itu satu jenis material yang homogen. Padahal, dalam satu batang pohon jati, terdapat perbedaan kualitas yang bagaikan bumi dan langit.

Dalam dunia pertukangan dan industri mebel di Jepara atau lokasi produksi ijati.com, kami mengenal dua istilah keramat: Galih (Heartwood) dan Gubal (Sapwood).

Si Galih (Hati Kayu) – Sang Penakluk Rayap

Galih adalah bagian inti atau tengah dari batang pohon. Warnanya coklat gelap, kadang keemasan, atau coklat kemerahan.

  • Di sinilah semua “senjata” tadi tersimpan. Minyak jatinya melimpah, seratnya padat, dan usianya paling tua.

  • Jika furniture Anda dibuat 100% dari Galih Jati, bisa dibilang furniture itu hampir mustahil dimakan rayap, kecuali diletakkan di tanah basah selama puluhan tahun.

Si Gubal (Putihan) – Makanan Favorit Rayap

Gubal adalah lapisan kayu yang letaknya di pinggir, tepat di bawah kulit pohon. Fungsinya saat pohon masih hidup adalah menyalurkan air dan nutrisi dari tanah ke daun.

  • Ciri fisiknya sangat jelas: warnanya putih pucat, krem, atau kekuningan. Sangat kontras dengan Galih yang coklat.

  • Masalah Fatal: Karena fungsinya menyalurkan makanan, Gubal ini TIDAK MENGANDUNG MINYAK, melainkan mengandung zat pati (gula/karbohidrat) dan air yang tinggi.

  • Bagi rayap, zat pati di Gubal Jati ini ibarat permen manis yang lezat. Rayap sangat menyukai bagian ini.

Jadi, ketika ada kasus kursi jati dimakan rayap, 99% kejadiannya adalah rayap memakan habis bagian “putihan” atau gubal tersebut, dan menyisakan bagian coklatnya. Akibatnya, mebel jadi bolong-bolong tidak beraturan.

Kayu Jati Dimakan Rayap, Mitos atau Fakta?
Gubal & Galih Kayu Jati

Grade Kayu: Penentu Nasib Furniture Anda

Mengapa ada pengrajin yang menggunakan Gubal kalau tahu itu jelek? Jawabannya klasik: Harga.

Menggunakan 100% kayu jati bagian tengah (Galih) itu boros bahan baku. Pohon harus sangat besar dan tua. Untuk menekan harga jual agar terjangkau masyarakat luas, industri membagi kayu jati menjadi beberapa kelas atau Grade.

1. Grade A (Kualitas Sultan)

Ini adalah potongan kayu yang diambil murni dari bagian hati (Heartwood).

  • Ciri: Serat lurus, warna coklat merata tanpa ada putih sama sekali, kandungan minyak sangat tinggi.

  • Ketahanan: Sangat tinggi terhadap rayap dan cuaca.

  • Harga: Mahal. Ini adalah investasi. Biasanya dipakai untuk furniture ekspor atau pesanan khusus di ijati.com.

2. Grade B (Kualitas Menengah)

Campuran antara hati kayu dan sedikit bagian luar, tapi dominan masih coklat.

  • Ciri: Ada sedikit gurat-gurat putih, tapi minim.

  • Ketahanan: Masih sangat baik dan aman dari rayap asalkan perawatannya benar.

  • Harga: Lebih terjangkau (Best Value).

3. Grade C (Kualitas Kampung/Pasar)

Ini adalah potongan yang didominasi oleh Gubal (Putihan).

  • Ciri: Warna kayu belang-belang, dominan putih atau krem. Seringkali pengrajin “nakal” akan menutupi warna putih ini dengan cat atau pelitur warna gelap yang tebal agar terlihat seperti jati tua.

  • Ketahanan: Rendah. Inilah jenis yang melahirkan mitos “Jati bisa dimakan rayap”. Tanpa pengobatan anti-rayap kimiawi yang keras, kayu ini adalah sasaran empuk.

  • Harga: Sangat murah.

Kayu Jati Dimakan Rayap, Mitos atau Fakta?
Grade Kayu Jati

Kenapa Masih Ada yang Jual Jati Grade C?

Pasar selalu ada. Tidak semua orang punya budget untuk membeli Grade A. Grade C sebenarnya sah-sah saja digunakan, asalkan penjual jujur dan pembeli paham risikonya. Masalahnya adalah ketika Grade C dijual dengan klaim kualitas Grade A. Itu penipuan.

Di ijati.com, kami memegang prinsip transparansi. Kami percaya bahwa pelanggan berhak tahu apa yang mereka beli. Lebih baik kami menjelaskan di awal bahwa “harga ini untuk kualitas ini”, daripada memberikan janji manis yang berakhir kecewa.

Tips Jitu Membedakan Kualitas Saat Membeli

Agar Anda tidak menjadi korban “zonk” saat belanja furniture, berikut tips praktis layaknya seorang ahli kayu:

  1. Cek Beratnya: Cobalah angkat salah satu sisinya. Jati tua yang padat minyak itu berat dan mantap (heavy dense). Kalau kursi jati terasa ringan, “kopong”, atau mudah sekali digeser, kemungkinan besar itu kayu jati muda atau kayu kampung yang dikeringkan paksa.

  2. Perhatikan Serat dan Warna (Jika Finishing Natural): Jika furniture menggunakan finishing natural (warna asli kayu), perhatikan apakah warnanya seragam? Adakah pola belang putih yang mencolok? Jika banyak putihnya, siapkan mental untuk risiko rayap.

  3. Waspada Cat Tebal (Finishing Gelap): Hati-hati jika penjual menawarkan jati dengan warna cat coklat yang sangat pekat dan menutup serat (solid colour). Kadang, ini trik untuk menutupi banyaknya bagian putih (gubal) atau cacat kayu. Mintalah foto kondisi kayu mentah sebelum di-finishing jika Anda memesan custom.

  4. Harga Masuk Akal: Jangan tergiur harga miring yang tidak masuk akal. Kayu jati butuh waktu 40-80 tahun untuk panen. Kalau ada lemari jati 3 pintu dijual seharga 1-2 juta rupiah, secara logika bahan baku, itu pasti menggunakan banyak campuran kayu muda. Ingat pepatah: Ada harga, ada rupa.

Kesimpulan: Investasi atau Spekulasi?

Kembali ke pertanyaan awal: Apakah kayu jati tahan rayap?

Fakta: Ya, Kayu Jati Tua (Hati Kayu) adalah salah satu material alami paling tahan rayap di dunia. Mitos: Bahwa semua yang berlabel “Jati” otomatis anti rayap. Jati muda (putihan) sama rentannya dengan kayu lunak lainnya.

Membeli furniture adalah keputusan jangka panjang. Anda punya dua pilihan:

  1. Membeli yang murah sekarang (Grade C), tapi siap-siap waswas dan mungkin harus beli lagi 3 tahun kemudian karena rusak.

  2. Menabung sedikit lebih banyak untuk membeli kualitas Grade B atau A di ijati.com, dan menikmati ketenangan pikiran selama puluhan tahun.

Furniture di rumah Anda bukan sekadar benda mati. Ia adalah saksi bisu tumbuh kembang keluarga Anda. Pastikan saksi itu tetap berdiri kokoh dan indah, tanpa digerogoti hama. Jadilah pembeli yang cerdas, dan pilihlah kualitas yang sebenarnya.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×
logo ijati

ijati furniture

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu