Supplier Furniture Villa, Hotel & Cafe
Beranda » Blog » Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

Pernahkah Anda memasuki sebuah coffee shop atau lobi hotel yang terasa begitu tenang, bersih, namun tetap hangat? Tidak terlalu dingin seperti gaya minimalis, tapi juga tidak penuh ukiran rumit seperti gaya klasik. Kemungkinan besar, Anda sedang menikmati suasana Japandi.

Di tahun 2025 ini, Japandi bukan lagi sekadar “gaya-gayaan” di media sosial. Bagi klien kami di Ijati Furniture—mulai dari pemilik villa di Bali hingga kontraktor interior di Jakarta—gaya ini telah menjadi solusi cerdas. Mengapa? Karena Japandi menawarkan keseimbangan sempurna antara estetika dan fungsi.

Mari kita bedah lebih dalam, bukan dari sisi teori buku teks, tapi dari kacamata kualitas dan investasi furniture.

Lebih dari Sekadar Tren Visual

Secara harfiah, Japandi adalah perkawinan antara filosofi Jepang (Wabi-sabi: keindahan dalam ketidaksempurnaan) dan Skandinavia (Hygge: kenyamanan dan kehangatan).

Namun, jika dibahasakan secara manusiawi: Japandi adalah seni mengurangi barang yang tidak perlu, lalu menonjolkan kualitas pada barang yang tersisa.

Inilah sebabnya gaya ini sangat disukai untuk proyek komersial. Ruangan tidak terasa sempit karena minim barang, tapi furniture yang ada harus benar-benar “berbicara”. Di sinilah peran material kayu jati menjadi krusial.

Mengapa Kayu Jati Adalah “Nyawa” Japandi?

Banyak referensi desain luar negeri menyarankan kayu oak atau pine (pinus) yang berwarna pucat untuk gaya ini. Namun untuk konteks Indonesia dan penggunaan jangka panjang, kayu jati solid (Teak Wood) justru pilihan yang jauh lebih masuk akal.

Ada dua alasan utama mengapa kami di Ijati selalu merekomendasikan jati untuk konsep Japandi:

1. Kontras yang Menghangatkan

Desain Skandinavia seringkali didominasi warna putih atau abu-abu tembok. Jika furniturenya juga berwarna pucat, ruangan akan terasa “mati” atau seperti rumah sakit. Warna kayu jati yang cokelat keemasan (golden brown) hadir sebagai penyeimbang. Ia memberikan sentuhan alam yang instan. Sebuah meja makan jati solid di tengah ruangan serba putih akan langsung menjadi pusat perhatian tanpa perlu taplak meja yang ramai.

Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia
Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

2. Durabilitas untuk High-Traffic

Mari bicara bisnis. Kursi cafe bergaya Japandi dengan kaki-kaki ramping (tapered) memang cantik. Tapi jika dibuat dari kayu lunak, kakinya akan cepat goyah saat diduduki ratusan pelanggan setiap bulan. Kayu jati memiliki densitas tinggi. Meskipun didesain ramping ala Japandi, konstruksinya tetap kokoh dan “bandel” untuk pemakaian harian di restoran atau hotel.

Ciri Khas Furniture Japandi Buatan Jepara

Bagaimana membedakan furniture Japandi asli dengan yang sekadar minimalis biasa? Perhatikan detail berikut pada koleksi kami:

  • Garis Bersih, Sudut Halus: Tidak ada siku yang tajam dan kaku. Sudut meja atau sandaran kursi biasanya diamplas membulat (rounded edges) untuk kesan luwes dan aman.

  • Kombinasi Material: Japandi sangat menyukai tekstur. Kami sering memadukan rangka kayu jati solid dengan anyaman rotan alami pada sandaran kursi. Perpaduan dua material alami ini menciptakan kesan “mahal” yang bersahaja.

  • Warna “Jujur”: Finishing tidak menutup serat kayu. Kami menggunakan teknik finishing yang menonjolkan urat kayu jati, bukan menutupnya dengan cat duco tebal.

Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia
Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

Tips Penerapan untuk Ruang Bisnis Anda

Jika Anda sedang merenovasi cafe atau membangun villa, berikut saran sederhana menerapkan gaya ini:

  1. Pilih “Hero Piece”: Jangan semua furniture harus mahal. Investasikan budget pada kursi tamu atau meja utama berbahan jati solid. Sisanya bisa menggunakan dekorasi sederhana.

  2. Rendah ke Lantai: Gunakan dipan atau sofa yang profilnya agak rendah. Ini trik visual untuk membuat plafon ruangan terasa lebih tinggi dan lega.

  3. Space is Luxury: Jangan memaksakan terlalu banyak kursi. Beri jarak antar furniture. Dalam gaya Japandi, ruang kosong (negative space) adalah bagian dari desain itu sendiri.

Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia
Mengenal Gaya Japandi: Harmoni Kayu Jati & Skandinavia

Penutup

Menerapkan gaya Japandi bukan berarti Anda harus membuang semua barang lama. Ini tentang memilih furniture yang tepat—yang punya kualitas, karakter, dan daya tahan.

Di Ijati Furniture, kami tidak hanya menjual kursi atau meja. Kami membantu Anda mewujudkan suasana yang membuat pelanggan betah berlama-lama.

Siap membawa ketenangan Japandi ke dalam properti Anda?

[Lihat Koleksi Japandi Terbaru Kami] atau hubungi tim kami untuk diskusi kebutuhan custom furniture proyek Anda.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×
logo ijati

ijati furniture

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu