Supplier Furniture Villa, Hotel & Cafe
Beranda » Blog » Panduan Memilih Finishing Furniture Cafe & Resto: Awet & Mewah

Panduan Memilih Finishing Furniture Cafe & Resto: Awet & Mewah

Seringkali, pemilik bisnis kuliner hanya fokus pada desain dan bentuk kursi atau meja, namun melupakan satu elemen krusial: Finishing.

Padahal, di lingkungan komersial seperti cafe dan restoran, finishing (lapisan akhir) adalah pertahanan pertama furnitur Anda. Meja cafe akan terpapar panas piring, tumpahan minuman dingin yang berembun, saus, hingga gesekan alat makan setiap hari. Tanpa finishing yang tepat, kayu jati terbaik sekalipun akan cepat terlihat kusam, bernoda, atau rusak.

Agar investasi furnitur Anda tidak sia-sia, berikut adalah panduan memilih jenis finishing yang tepat sesuai kebutuhan operasional bisnis Anda.

1. Tentukan Lokasi: Indoor vs Outdoor

Ini adalah aturan paling dasar. Finishing untuk dalam ruangan berbeda total dengan luar ruangan.

  • Area Indoor: Anda bisa lebih fleksibel. Fokus utamanya adalah perlindungan terhadap goresan dan tumpahan makanan.

  • Area Outdoor: Furnitur harus tahan terhadap sinar UV (matahari) dan air hujan.

  • Rekomendasi: Untuk outdoor, hindari finishing yang membentuk lapisan film tebal dan kaku (seperti Melamine standar) karena akan pecah/mengelupas saat kayu memuai kena panas. Gunakan Teak Oil atau Outdoor PU yang dirancang khusus mengikuti pergerakan kayu.

2. Kenali Jenis Bahan Finishing Populer

Berikut adalah jenis finishing yang umum digunakan pada furniture Jepara dan kualitasnya untuk penggunaan komersial:

a. NC (Nitrocellulose) – Si Natural yang Klasik

Finishing ini sangat populer untuk gaya Scandinavian atau Japandi karena meresap ke pori-pori dan menonjolkan serat kayu alami.

  • Kelebihan: Tampilan sangat natural, matte (doff) yang elegan, dan mudah diperbaiki (retouch) jika tergores.

  • Kekurangan: Kurang tahan terhadap panas tinggi dan thinner.

  • Cocok untuk: Kursi cafe, rangka sofa, atau area yang tidak terkena tumpahan panas ekstrem.

b. PU (Polyurethane) – Si Tangguh untuk Meja Makan

Jika Anda mencari ketahanan ekstra, PU adalah jawabannya. Bahan ini membentuk lapisan film yang kuat di atas kayu.

  • Kelebihan: Sangat tahan gores, tahan panas, dan tahan air. Tumpahan kopi atau kuah panas tidak akan meninggalkan bekas putih (white ring) semudah pada finishing lain.

  • Kekurangan: Harga relatif lebih mahal dibanding NC.

  • Cocok untuk: Top Table (Permukaan Meja) restoran dan bar.

c. Water-Based – Ramah Lingkungan & Tidak Berbau

Jika konsep cafe Anda adalah eco-friendly atau ruangannya tertutup rapat ber-AC, finishing berbahan dasar air ini sangat disarankan.

  • Kelebihan: Tidak berbau menyengat (aman untuk makanan), tidak mudah menguning (non-yellowing), menjaga warna asli kayu tetap terang (bagus untuk kayu Sungkai/Oak).

  • Cocok untuk: Furniture di area fine dining tertutup atau kamar hotel.

3. Pilih Tingkat Kilap (Sheen Level)

Tampilan akhir mempengaruhi suasana cafe Anda.

  • Doff / Matte (0-10% Kilap): Memberikan kesan modern, alami, hangat, dan rustic. Sangat populer untuk tren cafe kekinian (Industrial/Japandi). Kelebihannya, debu dan goresan halus tidak terlalu terlihat.

  • Satin / Semi-Gloss (30-50% Kilap): Penengah yang baik. Sedikit mengkilap sehingga mudah dibersihkan, tapi tidak terlalu mencolok.

  • High Gloss (90% Kilap): Memberikan kesan mewah dan klasik. Namun hati-hati, sidik jari dan goresan akan sangat mudah terlihat di permukaan ini.

4. Sesuaikan Warna dengan Pencahayaan

Warna finishing (Stain) akan bereaksi dengan lampu cafe Anda.

  • Jika cafe Anda menggunakan lampu kuning (warm white), finishing warna Walnut atau Dark Brown akan menciptakan suasana sangat intim dan cozy.

  • Jika cafe Anda mengandalkan sinar matahari alami atau lampu putih, warna Natural Bleach (kayu terang) akan membuat ruangan terasa luas, bersih, dan higienis.

5. Pertimbangkan Perawatan (Maintenance)

Tanyakan pada diri Anda: Seberapa rajin tim saya membersihkan furniture?

  • Finishing Open Pore (Pori Terbuka): Tekstur kayu terasa saat diraba. Terlihat sangat eksotis, namun sisa makanan bisa terselip di pori-pori kayu jika tidak rajin disikat.

  • Finishing Closed Pore (Pori Tertutup): Permukaan licin dan rata. Sangat mudah dibersihkan hanya dengan lap basah, sangat disarankan untuk meja makan fast moving.

Tips Pro: Untuk meja makan restoran, kami sangat menyarankan kombinasi: Kaki meja menggunakan finishing NC (lebih hemat), sedangkan Daun Meja (Top Table) menggunakan finishing PU (tahan banting).

Kesimpulan

Memilih finishing bukan hanya soal warna, tapi soal perlindungan aset bisnis Anda. Menggunakan finishing standar rumahan untuk meja restoran yang sibuk hanya akan membuat Anda mengeluarkan biaya perbaikan ulang dalam hitungan bulan.

Di Ijati Furniture, kami menyediakan opsi kustomisasi finishing—mulai dari Food Grade hingga Heavy Duty PU—untuk memastikan furniture Anda siap menghadapi tantangan operasional cafe setiap hari.

Ingin konsultasi mengenai warna dan jenis finishing yang cocok untuk konsep interior Anda? Hubungi tim ahli kami sekarang untuk mendapatkan sampel warna gratis!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×
logo ijati

ijati furniture

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu